Author Archives: admin

  • 0

“GRAND STUDY : Wakaf Produktif”

Category : Berita

Depok – Sabtu (22/12) telah terselenggaranya acara Grand Study di STEI SEBI dengan tema “Pemberdayaan  Wakaf Produktif Untuk Pengembangan Ekonomi Ummat” di moderatorkan oleh Agus Sulaiman selaku Sekretaris Jenderal KSEI IsEF SEBI. Acara yang berlangsung sejak jam 08.00 WIB hingga menjelang Zuhur begitu asik dibawakan oleh 2 pemateri yang unggul dalam bidangnya.

Pemateri pertama adalah  Bpk Nur S Buchori, SE., S.Pd., M.Si.,CIRBD beliau menjelaskan bahwa pelopor wakaf produktif ialah Rasulullah SAW. (Ali Imran  :92) landasan hukum perwakafan di indonesia tercantum dalam UUD  no. 41 tahun 2004 tentang wakaf. Beliau juga menambahkan “Wakaf harus produktif, dan wakaf produktif tidak hanya pada barang- barang yang tidak bergerak saja. Wakaf yang bagus ialah wakaf yg bergerak, contoh : saham, uang. Tidak hanya produktif, akan tetapi harus diperhatikan legalitasnya.”

Setelah materi pertama memaparkan tentang arti dan sejarah apa itu Wakaf Produktif. Dilanjutkan oleh pemateri kedua yaitu Bpk. Hendra Yuliano Ahmad yang menjelaskan tentang 7 Pilar Pembangunan  Madinah Al-munawwaroh, tantangan wakaf dan perbedaan  zakat, infaq, shadaqoh dan wakaf. Terakhir beliau menutup dengan memaparkan Keistimewaan Wakaf Produktif. (She)


  • 0

Pengaruh Fintech Terhadap Angka Tenaga Kerja dan Perbankan di Indonesia

Category : Berita

Depok – Kelompok Studi Ekonomi Islam Islamic Economics Forum (KSEI IsEF) kembali mengadakan kajian hitz kedua dengan mengangkat tema “Pengaruh Fintech Terhadap Tenaga Kerja dan Perbankan di Indonesia“. Kajian yang diprakarsai oleh

Departemen Scientific Center ini diselenggarakan pada Selasa (04/12) pada pukul 16.00 WIB. Bertempat di ruang Al-Ghazali 1 dan 2, kajian kali ini menghadirkan Iqbal Fadli Muhammad, S. EI, M. SI  selaku pembicara pada kajian kali ini.

Kajian hitz kali ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai bagaimana fintech mempengaruhi dunia saat ini serta kita dapat mengetahui perkembangan fintech itu sendiri. Kajian kali ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa baru tetapi juga berbagai lintas angkatan di STEI SEBI.

”Secara umum, financial dan technology tidak dapat dipisahkan, hampir 90% keduanya saling berhubungan. Teknologi bergerak sangat cepat, sedangkan regulasi teramat lambat, misalnya E-money. E-money ini sudah ada sekitar tahun 2008 tetapi legalitasnya pada tahun 2015.” Jelas Iqbal.

Antusiasme peserta tergambar jelas di ruang Al-Ghazali 1 dan 2. “Kita harus satu langkah lebih didepan, harus berpikir mengenai skill apa yang sudah kita miliki saat ini dan yang belum kita miliki, banyak membaca buku, harus cepat beradaptasi, dan jangan terpaku dengan jurusan atau passion kita saat ini, ” pesan Iqbal saat mengakhiri kajian.


  • 0

Hari terakhir RAKERNAS FoSSEI 2018

Category : Acara IsEF , Berita

Depok – Minggu (4/11) Rapat Kerja Nasional FoSSEI 2018 masih berlangsung di Sebi Hall STEI SEBI. Di hadiri oleh peserta dari berbagai KSEI di Indonesia, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab atas penyampaian KPI oleh Presidium Nasional di hari sebelumnya. Kemudian penyampian KPI dilanjutkan oleh ke-lima Presidium Nasional dengan penyampaian di bidangnya masing-masing. Penyampaian Blue Print, Rapat Pleno Program Kerja, dan Sosialisasi Roadmap FoSSEI.

Penyampaian KPI dimulai pada pukul 08.30 WIB (4/11) di Sebi Hall Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI. Masing-masing PresNas (Presidium Nasional) FoSSEI dari 5 bagian menyampaikan dan juga merumuskan KPI dengan peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2018. Penyampaian KPI diawali oleh PresNas Irsyad (Bagian Kelembagaan)  dan dilanjut dengan Presnas Haqqi (Bagian Keuangan), PresNas Yudi (Bagian Media), PresNas Halwani (Bagian Keilmuan), serta diakhiri dengan PresNas Gilang (Bagian Kaderisasi).

Selanjutnya, pelantikan bapernas dikomandoi oleh Presidium Nasional FoSSEI 2018-2019. Setelah acara pelantikan berakhir, Presidium Nasional menyampaikan Road Map FoSSEI selama satu tahun kedepan. Acara Rapat Kerja Nasional FoSSEI diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto seluruh peserta dengan wajah gembira.


  • 0

Ekonom Rabbani : Ini Jalan Juangku

Category : Acara IsEF , Berita

Depok – Sabtu (03/11/18) adalah acara inti dari diadakannya RaKerNas FoSSEI. Karena hari ini peserta mendapatkan materi yang sangat berkaitan erat dengan kepengurusan FoSSEI. Diantaranya ada Pelatihan Kesekretariatan dan Kebendaharaan untuk peserta yang menjabat sebagai  Sekretaris dan Bendahara KSEI bertempat di SEBI Hall. Sedangkan untuk peserta yang menjabat sebagai Ketua KSEI mengikuti pelatihan Key Performance Indicator di Gor SEBI.

Setelah acara tersebut selesai, seluruh peserta diarahkan untuk ke SEBI Hall agar mengikuti Sharing Session bersama Ust. Hendro Wibowo dengan tema “Ekonom Rabbani : Ini Jalan Juangku”. Beliau menjelaskan bagaimana cara berjuang melalui jalan perbaikan ekonomi umat. Beliau menekankan bahwa sekarang sudah banyak hal-hal berbau syariah. Maka Ekonomipun harus juga syariah. Maka mari kita bergerak bersama, untuk membumikan Ekonomi Syariah dimanapun berada.

Setelah ISHOMA acara dibuka kembali dengan pembukaan MUNASLUB (Musyawarah Nasional Luar Biasa) dibuka. Sebelumnya dibuka dengan dibacakannya ayat suci Al-Quran. Kemudian peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars SEBI dan terakhir lagu Ekonom Rabbani. Peserta begitu menghayati setiap bait lagu yang dilafalkan. Lalu sambutan dari Ketua KSEI IsEF SEBI Muhammad Rizki Arhan, Irsyad Al Ghifari – Presidium Nasional FoSSEI bidang kelembagaan, dan Ust. Sigit Pramono, Ph.D. sebagai Rektor SEBI.


  • 0

RaKerNas FoSSEI 2018

Category : Acara IsEF , Berita

Jakarta – Jumat (02/11/18) adalah hari pertama acara Rakernas FoSSEI 2018. Rakernas atau rencana kerja nasional fossei adalah pembahasan rancangan kerja fossei selama setahun kedepan. Tema yang diangkat adalah “Berbenah Bersama”, sedangkan tuan rumah untuk kali ini adalah STEI SEBI. Salah satu kampus pelopor ekonomi islam.

Para peserta berdatangan dari belahan bumi Indonesia, pada hari Kamis (01/11/18) di masjid Baitut Tholibin. Maka hari Jumat acara dilanjutkan dengan mengunjungi kantor IDX di Jakarta Selatan untuk melaksanakan agenda selanjutnya, yaitu Training Kepemimpinan yang dibawakan oleh beberapa staff kantor IDX ada Kang Dery, Ka Feli dan Ka Indah.

 

Setelah sesi pertama tadi selesai, peserta istirahat sebentar untuk menyegarkan otak agar bisa serius dan fokus mendengarkan  pemateri selanjutnya. Sesi kedua, yaitu Sharing Session bersama ka Abdul Razak Halim lulusan Universitas Brawijaya, Malang. Beliau mempunyai segudang prestasi yang membanggakan. Beliau pernah menjadi utusan untuk ke Harvard University salah satu universitas terbaik di dunia. Sekarang beliau sudah bekerja di perusahaan Grab Indonesia sebagai City Management & Collaboration Executive.

Peserta yang hadir pada acara Rakernas ini adalah Ketua, Sekretaris dan Bendahara KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) yang tergabung dalam FoSSEI (Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam). Acara akan terus berlanjut hingga Ahad (04/11/18) nanti. Pembaca bisa melihat seluruh rangkaian kegiatan yang ada dengan mem-follow Instagram @rakernasfossei2018 dan selamat menjalankan hari, mari kita #BerbenahBersama. (She)


  • 0

PENGUMUMAN LOMBA IED 3 2018

Category : Acara IsEF

Assalamu’alaikum wr. wb,

Salam Sejahtera,

SELAMAT kami sampaikan kepada peserta terpilih dalam annual event Islamic Ekonomic Days III 2018 yang di selenggarakan oleh KSEI IsEF SEBI.

Besar harapan kami agar peserta dapat berpartisipasi aktif untuk mengikuti seluruh rangkaian acara yang dimulai dari tanggal 13 Maret 2018 untuk technical meeting, 14 Maret 2018 pelaksanaan lomba, 15 Maret 2018 pelaksanaan seminar nasional dengan tema “Optimizing Financial Technology and Social Fund to Support Micro Small Medium Enterprises in Indonesia”

Wassalamu’alaikum wr. wb

Pengumuman 10 besar Essay (DOWNLOAD)

Pengumuman 16 besar Debat (DOWNLOAD)

Pengumuman 10 besar Bisnis Plan (DOWNLOAD)

Pengumuman 10 besar Desain Poster (DOWNLOAD)


  • 0

Melalui Bedah Jurnal, Departemen RnD IsEF Angkat Issue Tentang Bank Wakaf

Category : Berita , Kajian

Sebagai agent of change, seorang mahasiswa harus memiliki ciri-ciri yang selalu melekat, yang membedakan ia dengan masyarakat biasa di sekitarnya. Ciri-ciri utama yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa adalah membaca, meneliti dan menulis. Mahasiswa dituntut untuk dapat berpikir kritis dan memiliki pemikiran yang solute atas hal-hal yang dikritisinya. Oleh karena itu, tak heran jika nama mahasiswa berdampingan erat dengan karya tulis ilmiah. Karena karya tulis ilmiah merupakan sarana paling standar dan sistematis, dimana mahasiswa dapat menuangkan pemikiran kritisnya terhadap fenomena-fenomena yang terjadi sekaligus menuangkan solusi-solusinya.

Namun, untuk membuat karya tulis ilmiah yang baik, mahasiswa harus banyak membaca referensi atau rujukan-rujukan selain buku teks yang digunakan di bangku perkuliahan. Sarana yang paling sering dijadikan sebagai bahan rujukan dalam pembuatan karya tulis ilmiah adalah jurnal yang biasanya lebih relevan dari buku teks, karena berisi penelitian-penelitian hot issue yang terjadi di suatu waktu.

Maka, sebagai Organisasi Struktural yang bergerak di bidang keilmuan, KSEI IsEF STEI SEBI bertanggung jawab untuk menambah khazanah ilmu sesuai dengan perkembangan zaman bagi para anggotanya. Salah satunya dengan cara melakukan agenda rutin bedah jurnal yang dilakukan sebulan sekali.

Tanggal 26 September 2017 merupakan bedah jurnal kedua yang diselenggarakan dan dipaparkan oleh departemen Research and Development. Jurnal yang dibedah berjudul “Model Bank Wakaf Di Indonesia Dalam Potensinya Untuk Mengembangkan Wakaf Uang Dan Mengatasi Kemiskinan”.

Dalam jurnal tersebut dijelaskan, Teknik-teknik implementasi model bank wakaf antara lain adalah membuat kerangka yuridis berupa peraturan perundang-undangan (Undang-Undang, Peraturah Pemerintah, Peraturan Badan Wakaf Indonesia dan peraturan lain) sebagai dasar keabsahan penerapan model bank wakaf ini di Indonesia. Tidak lupa juga melaksanakan rapat koordinasi khusus dalam pembentukan struktur organisasi dan pengisian jabatan bank wakaf. Kemudian tidak kalah pentingnya adalah mempercepat kinerja bank wakaf dalam memaksimalkan potensi wakaf uang di Indonesia.

Bedah jurnal tersebut dilaksanakan di Ruangan Al Ghazali dan dihadiri oleh 26 pengurus internal IsEF. Pemaparan isi jurnal dipadu oleh diskusi aktif antara pemateri dengan peserta. Hingga tepat pukul 18.00 WIB, sesi diskusi dan tanya jawab berakhir.

Bedah jurnal kedua ini diharapkan dapat menjadi sarana diskusi dan sarana belajar bagi pengurus IsEF dalam memahami alur isi jurnal dan materi hot issue tentang Bank Wakaf  yang terdapat di jurnal yang dibahas. Bedah jurnal selanjutnya direncanakan dilaksanakan pada bulan Desember 2017.


  • 0

Departemen RnD IsEF Gelar Bedah Jurnal Dampak Branchless Banking

Category : Berita , Kajian

Depok – Dengan melakukan usaha kita akan banyak menemukan jalan untuk memperoleh ilmu. Salah satunya dapat terlihat pada Selasa (24/10/17) Departement Research and Development KSEI IsEF SEBI mengadakan Bedah Jurnal dengan judul “Dampak Branchless Banking Terhadap Kinerja Keuangan PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk”.

Dalam Bedah Jurnal kali ini materi disampaikan oleh BPHI-HCM KSEI IsEF SEBI. Kegiatan ini berlangsung selama satu jam setengah dan banyak peserta merasa antusias untuk mengikuti dan memperhatikan materi yang akan disampaikan. “Penggerak-penggerak itu tidak banyak. Ketika ada 5 orang saja atau berapa yang menginginkan pergerakan, maka laksanakanlah,” ujar Halwani sebagai Ketua KSEI IsEF dalam sambutannya.

Dalam kegiatan kali ini secara garis besar membahas tentang dampak adanya branchless banking terhadap bank syariah dengan studi kasus pada Bank Muamalat. Kegiatan yang dilakukan oleh Departemen Rnd KSEI IsEF ini diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk memahami hal-hal baru mengenai ekonomi islam dan mendongkrak minat mahasiswa untuk menumbuhkan rasa keingintahuan melalui penelitian dan pengolahan data.

 


  • 0

KULINER NUSANTARA dalam KOMPETISI CCC

Category : Acara IsEF , Berita

Depok-  Bisnis kuliner saat ini merupakan bisnis yang cukup dilirik oleh banyak orang, dewasa ini banyak perkembangan di bidang kuliner, sejalan dengan perkembangan zaman penikmat dari kuliner adalah semua kalangan masyarakat. Ditilik dari hal tersebut, Departemen Pengembangan Bisnis Mandiri (PBM) menyelenggarakan Competition Class Creativity  (CCC), pada Minggu (26/11)  merupakan puncak dari kompetisi para calon enterpreneur  muda ini. acara puncak CCC ini berlangsung di ruangan Al-Ghazali 1&2 pukul 08.00.

Acara yang memiliki tema “Optimalisasi Kearifan Lokal Guna Memgembangkan Bisnis Nusantara” ini bertujuan mencari dan membentuk bibit-bibit unggul untuk dapat menjadi penerus enterpreneur  muda. ” selain itu acara ini diharap dapat lebih mengasah skill  para mahasiswa untuk menjadi the next enterpreneur” jelas Farhan Abyan Dzaka selaku ketua pelaksana CCC. setelah melalui proses seleksi yang ketat dalam puncaknya hari ini tersisa 10 kelompok untuk melanjutkan perjuangan mereka.

Dalam puncak CCC ini,  10 peserta melakukan presentasi mengenai produk mereka, diantaranya penjelasan mengenai bagaimana proses produksi dan bagaimana proses penjualan dari produk, ciri khas produk serta SWOT dan strategi pemasaran. Bukan hanya ini, dalam puncak CCC ini akan diumumkan para pemenang dari kompetisi ini.

  1. Setelah melalui proses penilaian dengan banyak pertimbangan, moment  yang di nanti tiba, yakni penentuan pemenang dari kompetisi ini. Diantara 10 produk kuliner nusantara yang maju hingga puncak CCC ini terpilih tiga pemenang utama dan satu pemenang harapan. Bugis selai tradisional (Bulat) merupakan pemenang pertama dari CCC ini, Risol buah naga (Risaga) sebagai runner up, disusul oleh kelompok dengan produk unggulannya Pizza Brownis Singkong (Pizza Browsing). Seperti yang terlihat dengan segala keunikan nama makanan nusantara yang disulap menjadi lebih menarik mereka dapat membuktikan bahwa makanan khas nusantara masih bergengsi di segala kalangan.

  • 0

Agenda PRISMA, IsEF adakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PKTI)

Category : Acara IsEF , Berita

Depok – setelah berhasil menarik perhatian para mahasiswa STEI SEBI, Pekan Riset Ilmiah Mahasiswa (PRISMA) mengadakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PKTI) untuk yang pertama kalinya di tahun 2017 ini dengan tema “Membangun Peradaban Melalui Tulisan”. Bapak Endang Ahmad Yani, SE., MM selaku wakil ketua IV STEI SEBI, Direktur SEBI Consulting, dan juga Dewan Pengawas Syariah di beberapa perusahaan pada kali ini berkesempatan untuk hadir sebagai pembicara. PKTI ini merupakan program kolaborasi antara departemen pengembangan kompetisi intelektual (DPKI) dan juga PRISMA.

Bapak Endang Ahmad Yani, SE., MM menjelaskan bahwa dalam membuat karya tulis ilmiah kita harus mengetahui beberapa kuncinya. Yang pertama adalah, mencari tema yang sesuai dengan passion kita. Kemudian, kita dituntut untuk banyak membaca, browsing, mencari sumber-sumber referensi aktual, ataupun melakukan wawancara dengan para ahli. Sehingga, wawasan kita terbuka dan data yang kita dapatkan akurat. Kunci selanjutnya adalah sebagai seorang peneliti, kita harus selalu berkata bisa walaupun sebenarnya kita belum tau tentang objek yang akan kita teliti. Seorang peneliti tidak boleh merasa sudah tau dan mengerti, karena akan membatasi pola pikir kita. Karena dengan ketidaktahuan kita, memancing diri kita untuk mencari tau seperti apa regulasi dari objek penelitian kita, bagaimana mekanisme yang sesungguhnya terjadi di masyarakat, dan lain sebagainya. Kunci yang terakhir adalah, beliau menyampaikan bahwa dalam perlombaan tidak dianjurkan untuk tidur larut lewat dari jam 9 malam. Karena hakikatnya, tubuh kita membutuhkan istirahat dari jam 10 sampai jam 2 pagi saja. Selepas itu, bolehlah kita melanjutkan pekerjaan kita agar terhindar dari berbagai gangguan penyakit karena memforsir tubuh kita sendiri. Tubuh kita diibaratkan seperti sebuah HP, apabila drop maka saat di-charge tidak diperkenankan dalam keadaan aktif. Dengan begitu, baterai HP akan awet dan tidak mudah rusak karena penggunaan yang baik.

Beliau amat menekankan betapa pentingnya membuat karya tulis. “Kalau anda tidak bisa bahasa Arab, bahasa Inggris, tidak bisa membuat karya tulis, rugi!” begitu pesan dari Bapak Endang Ahmad Yani. Beliau juga sempat melarang anaknya menjadi aktivis dengan harapan anaknya bisa belajar lebih dalam lagi tentang dunia penelitian.

Pelatihan Karya Tulis Ilmiah ini memiliki beberapa tujuan yaitu menumbuhkan semangat kepenulisan khususnya bagi mahasiswa STEI SEBI, memahami konsep dasar kepenulisan, mengetahui sistematika penyajian karya tulis ilmiah, menghasilkan karya tulis yang baik, dan agar mahasiswa STEI SEBI dapat memiliki kompetisi yang baik untuk bersaing di dunia  karya tulis ilmiah. Mengingat betapa pentingnya riset dalam dunia ilmu pengetahuan, program ini rencananya akan dilakukan secara berkala setiap dua minggu sekali.