Category Archives: Kajian

  • 0

Melalui Bedah Jurnal, Departemen RnD IsEF Angkat Issue Tentang Bank Wakaf

Category : Berita , Kajian

Sebagai agent of change, seorang mahasiswa harus memiliki ciri-ciri yang selalu melekat, yang membedakan ia dengan masyarakat biasa di sekitarnya. Ciri-ciri utama yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa adalah membaca, meneliti dan menulis. Mahasiswa dituntut untuk dapat berpikir kritis dan memiliki pemikiran yang solute atas hal-hal yang dikritisinya. Oleh karena itu, tak heran jika nama mahasiswa berdampingan erat dengan karya tulis ilmiah. Karena karya tulis ilmiah merupakan sarana paling standar dan sistematis, dimana mahasiswa dapat menuangkan pemikiran kritisnya terhadap fenomena-fenomena yang terjadi sekaligus menuangkan solusi-solusinya.

Namun, untuk membuat karya tulis ilmiah yang baik, mahasiswa harus banyak membaca referensi atau rujukan-rujukan selain buku teks yang digunakan di bangku perkuliahan. Sarana yang paling sering dijadikan sebagai bahan rujukan dalam pembuatan karya tulis ilmiah adalah jurnal yang biasanya lebih relevan dari buku teks, karena berisi penelitian-penelitian hot issue yang terjadi di suatu waktu.

Maka, sebagai Organisasi Struktural yang bergerak di bidang keilmuan, KSEI IsEF STEI SEBI bertanggung jawab untuk menambah khazanah ilmu sesuai dengan perkembangan zaman bagi para anggotanya. Salah satunya dengan cara melakukan agenda rutin bedah jurnal yang dilakukan sebulan sekali.

Tanggal 26 September 2017 merupakan bedah jurnal kedua yang diselenggarakan dan dipaparkan oleh departemen Research and Development. Jurnal yang dibedah berjudul “Model Bank Wakaf Di Indonesia Dalam Potensinya Untuk Mengembangkan Wakaf Uang Dan Mengatasi Kemiskinan”.

Dalam jurnal tersebut dijelaskan, Teknik-teknik implementasi model bank wakaf antara lain adalah membuat kerangka yuridis berupa peraturan perundang-undangan (Undang-Undang, Peraturah Pemerintah, Peraturan Badan Wakaf Indonesia dan peraturan lain) sebagai dasar keabsahan penerapan model bank wakaf ini di Indonesia. Tidak lupa juga melaksanakan rapat koordinasi khusus dalam pembentukan struktur organisasi dan pengisian jabatan bank wakaf. Kemudian tidak kalah pentingnya adalah mempercepat kinerja bank wakaf dalam memaksimalkan potensi wakaf uang di Indonesia.

Bedah jurnal tersebut dilaksanakan di Ruangan Al Ghazali dan dihadiri oleh 26 pengurus internal IsEF. Pemaparan isi jurnal dipadu oleh diskusi aktif antara pemateri dengan peserta. Hingga tepat pukul 18.00 WIB, sesi diskusi dan tanya jawab berakhir.

Bedah jurnal kedua ini diharapkan dapat menjadi sarana diskusi dan sarana belajar bagi pengurus IsEF dalam memahami alur isi jurnal dan materi hot issue tentang Bank Wakaf  yang terdapat di jurnal yang dibahas. Bedah jurnal selanjutnya direncanakan dilaksanakan pada bulan Desember 2017.


  • 0

Departemen RnD IsEF Gelar Bedah Jurnal Dampak Branchless Banking

Category : Berita , Kajian

Depok – Dengan melakukan usaha kita akan banyak menemukan jalan untuk memperoleh ilmu. Salah satunya dapat terlihat pada Selasa (24/10/17) Departement Research and Development KSEI IsEF SEBI mengadakan Bedah Jurnal dengan judul “Dampak Branchless Banking Terhadap Kinerja Keuangan PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk”.

Dalam Bedah Jurnal kali ini materi disampaikan oleh BPHI-HCM KSEI IsEF SEBI. Kegiatan ini berlangsung selama satu jam setengah dan banyak peserta merasa antusias untuk mengikuti dan memperhatikan materi yang akan disampaikan. “Penggerak-penggerak itu tidak banyak. Ketika ada 5 orang saja atau berapa yang menginginkan pergerakan, maka laksanakanlah,” ujar Halwani sebagai Ketua KSEI IsEF dalam sambutannya.

Dalam kegiatan kali ini secara garis besar membahas tentang dampak adanya branchless banking terhadap bank syariah dengan studi kasus pada Bank Muamalat. Kegiatan yang dilakukan oleh Departemen Rnd KSEI IsEF ini diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk memahami hal-hal baru mengenai ekonomi islam dan mendongkrak minat mahasiswa untuk menumbuhkan rasa keingintahuan melalui penelitian dan pengolahan data.

 


  • 0

Departemen Ekspansi Keilmuan IsEF, Launching Sekolah Binaan di Madinatul Quran Depok

Category : Kajian

DEPOK – Ekspansi Keilmuan Islamic Economics Forum (KSEI IsEF SEBI) menggelar launching sekolah binaan di madinatul Quran yang di hadiri oleh 60 siswa/i Madinatul Qur’an, kepala sekola, staff guru dan pengurus KSEI IsEF SEBI, Sabtu (7/20).

Madinatul Qur’an merupakan sekolah binaan yang kedua dalam program kerja departemen ekspansi isef, sebelumnya sudah sinergi dengan SMK YAPIA Parung.

Launching kali di Madinatul Quran salah satunya untuk melakukan penandatangan MoU kerja sama antara KSEI IsEF SEBI dengan Sekolah Madinatul Quran

“Saya menyambut baik kedatangan agenda ini, terutama bagi anak anak mereka akan mendapatkan ilmu baru seperti ekonomi islam. Kebetulan disini juga jurusannya IPS jadi anak anak setidaknya sudah ada gambaran terkait ekonomi,” ujar Amelia Istiana selaku kepala sekolah.

Sekolah binaan yang akan dilakukan setiap sebulan dua kali dalam bentuk mentoring, nanti di setiap lingkaran mentoring anak anak ekspansi akan menjadi mentornya bagi anak anak madinatul quran dan sharing sharing seputar ekonomi islam sesuai silabus dari IsEF.

“Nanti setelah launching ini, anak anak isef khususnya ekspansi yang akan memotori temen temen disini seputar ekonomi islam. Silahkan nantinya teman teman banyak bertanya seputar ekonomi islam. Saya juga ucapkan terimakasih banyak pada pihak sekolah yang telah mau bersinergi dengan kami. Semoga ke depannya kami dapat istiqamah dalam membumikan ekonomi islam,” jelas Halwani selaku ketua IsEF, dalam sambutannya. (Reni Marlina)

 

Sumber : http://www.jabarpos.id/ekspansi-isef-sebi-launching-sekolah-binaan-di-madinatul-quran-depok/


  • 0

Departemen Ekspansi keilmuan IsEF Gelar “Ekspansi Goes to Market” di Pasar Depok Lama

Category : Kajian

Depok, (19/10/2017) – Ekspansi IsEF SEBI melakukan kajian pasar yaitu Ekspansi Goes to Market di Pasar Depok Lama, Jln Dewi Sartika, Pancoran Mas, Depok pukul 14.00 sampai 16.00 WIB

Dalam kegiatan ini, Ekspansi Keilmuan Islamic Economics sebagai wadah dalam mensosialisasikan Ekonomi Islam khususnya pada pelaku pelaku bisnia di Pasar. “Hari ini kita melakukan program kerja ekspansi yaitu ekspansi goes to market. Dimana kita mendatangi beberapa pelaku pasar, dan sedikit sharing dan diskusi terkait transaksi transaksi yang digunakan. Alhamdulillah, ini merupakan pasar kedua setelah pasar parung kita mensosialisasikan ekonomi islam. Semoga untuk ke depannya dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat” Tegas Reni, Selaku Kepala Departemen Ekspansi IsEF

Kurang lebih sekitar 15 pelaku pasar yang ditemui, sebagian dari mereka banyak yang berjualan pakaian dan industri kreatif lainnya.

Salah satunya adalah bapak buluh yang kami temui sebagai pedagang uang kuno “Disini mah sepi sepi bae pasarnya, ya kami bersyukur ada kegiatan seperti ini. Biar ade ade tahu juga kondisi pasar disini.”

Dari beberapa pedagang yang ditemui mengatakan bahwasannya kondisi pembeli disini minim sekali, karena arah jalan yang satu jalur dan kemacetan yang parah. Begitupun dengan pengetahuan-pengetahuan para pelaku pasar yang masih tidak mengetahui ekonomi islam.

“Oh saya mah pendatang bukan penjual, cuman pembeli aja. Saya kurang tahu tuh neng ekonomi Islam,” ujar pembeli yang ditemui depan toko elektronik. (Reni Marlina)

 

Sumber : https://www.depokpos.com/arsip/2017/10/isef-sebi-gelar-ekspansi-goes-to-market-di-pasar-depok-lama/


  • 0

Departemen Scie-Cent IsEF Gelar Kajian “Edukasi Fintech”

Category : Kajian

DEPOK – Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) IsEF SEBI kembali mengadakan Kajian yaitu Kajian Hitz. Kali ini Departemen Scie-Cent IsEF ini mengangkat tema tentang “Edukasi Fintech : Memahami Perkembangan E-Money di Indonesia”, selasa (31/10/2017) di ruangan Al-Ghazali STEI SEBI.

Kegiatan kajian ini adalah agenda rutin yang diadakan setiap hari selasa oleh Departemen Scie-Cent. Dalam tema kali ini disampaikan oleh Imam Sofan, Kepala Departemen R&D KSEI IsEF 2016/2017. Kajian yang berdurasi selama satu jam ini berjalan lancar dan menarik minat banyak peserta.

 

“Pada zaman ini setiap orang pasti memiliki gadget, bahkan tidak lepas dari gadget. Dan tidak dipungkiri juga tanpa kita sadari keseharian kita sudah banyak dikelilingi oleh teknologi yang memban

tu kita dalam kegiatan sehari-hari. Salah satunya pengguna fintech (e-money).” Ujar Imam.

Fintech adalah Financial Technology atau keuangan yang berbasis teknologi.

Adanya fintech dapat membantu keuangan dalam perbankan. Dulu fintech sudah ada sejak tahun 1896, namun keberadaannya belum dikenal bebas pada saat itu.

Pada tahun 2006-2008 fintech sudah lebih canggih dan turunannya sudah banyak, salah satunya payment atau yang kita kenal dengan “e-money”. Ada lagi yang bernama crowd funding, dan sebagainya.

Menurut Otoritas Jasa Keuanga (OJK) saat ini masyarakat merasa tidak dilayani oleh jasa industri keuangan tradisional, sehingga mereka mencari alternatif lain dengan cara menggunakan jasa keuangan teknologi (fintech).

Namun ada resiko dari fintech ini sendiri. Salah satunya akan muncul kepunahan karyawan bank, karena nasabah akan lebih menggunakan layanan jasa teknologi dibanding datang ke bank tertentu.

E-money adalah uang yang dikemas dalam dompet digital. Diterbitkan atas dasar uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit. (Niehayatul Amaliyah)

Sumber : https://www.depokpos.com/arsip/2017/10/scie-cent-isef-sebi-gelar-kajian-edukasi-fintech/